why i quit ?

Trading, dalam konteks ini adalah trading saham, adalah proses jual beli saham yang mana tujuannya adalah jelas: mendapatkan keuntungan. Sangat sederhana sebenarnya, beli di harga rendah dan jual di harga tinggi.
Kapan kita bisa membeli saham (yang menurut kita) di harga rendah? terutama ketika orang-orang menjual sahamnya karena berasumsi, berdasarkan bermacam-macam analisa maupun rumor/berita, harga saham tersebut akan terus turun sehingga mereka memutuskan untuk menjual saham mereka walaupun dalam kondisi rugi.
Kapan kita bisa menjual saham (yang menurut kita) di harga tinggi? terutama ketika orang-orang berasumsi saham tersebut akan terus naik.
Apa yang menyebabkan harga suatu saham naik? Seharusnya karena perusahaan yang kita beli sahamnya mengalami keuntungan (based on fundamental). Tapi pada kenyataan tidaklah demikian kan? perkembangan suatu perusahaan tidak selalu sejalan dengan pergerakan harga sahamnya. Kenapa?

Ada berbagai macam sebab, salah satunya adalah karena praktek Cornering, per-Bandaran bahasa Indonesianya. Bandar, yang dapat berupa institusi maupun perorangan, masuk ke market hanya dengan satu tujuan (sama dengan kita) yaitu mendapatkan keuntungan.
Bagaimana cara bandar mendapatkan keuntungan? Bandar mempunyai dana yang sangat besar sehingga dapat menggerakkan/mengendalikan arah market. Bila kita jeli kita bisa mengikuti gerakan bandar, jika bandar sedang beli kita ikut membeli, bila bandar berjualan kita ikut jual. Tapi ada kalanya bandar juga bisa rugi akibatnya kita ikut rugi, mengapa bandar bisa rugi?karena ada banyak bandar di market dan tidak semua bandar bergerak dengan arah yang sama. Awalnya bandar membeli suatu saham dengan cara yg sistematis sehingga harga saham tersebut tidak (banyak) bergerak naik, setelah suatu saham terkumpul sesuai yang direncanakan, bandar akan meniupkan rumor disertai aksi menaikkan harga saham tersebut secara signifikan (dengan cara yg sistematis juga tentunya), nah biasanya pergerakan kenaikan harga tersebut akan memancing perhatian kita apalagi disertai rumor (positif) mengenai perusahaan tersebut, misalnya perusahaan akan melakukan ekspansi, membagi deviden dalam jumlah besar, dan lain sebagainya, maka serta merta banyak yang terpengaruh sehingga ikut membeli saham tersebut, semakin banyak yang membeli semakin naik harga saham tersebut, semakin naik harga saham semakin banyak orang yang berminat membeli saham tersebut. Sampai tahap ini bandar cukup mengamati dan membiarkan harga terus naik dan kadang-kadang melakukan beberapa aksi yang tujuannya menjaga agar harga tetap naik dan semakin banyak yang ikut membeli saham tersebut. Setelah mencapai harga yang di targetkan bandar mulai menjual sahamnya (seperti biasa, dengan sistematis), setelah bandar mendapatkan keuntungan sesuai target, tinggallah orang-orang yang kebingungan yang beli diharga tinggi, yang mana pilihannya cut loss (sudah jelas rugi) atau hold (kemungkinan besar rugi juga).
Nah bila kita berhasil mengikuti gerakan bandar yang untung otomatis kita juga untung kan? Dari mana datangnya keuntungan tersebut? Dari ORANG-ORANG YANG RUGI, baik secara langsung maupun tidak langsung keuntungan kita berasal dari kerugian mereka.
Pada saat bearish, lebih banyak orang yang rugi trading, bila kita untung trading di saat bearish kita mestinya sudah tahu kalau keuntungan kita berasal dari kerugian orang lain.
Kita sering mendengar berita orang-orang yang menderita karena rugi besar dalam trading, bahkan ada yang bunuh diri karena tidak bisa menerima kenyataan kalau uangnya habis dan masih terlilit hutang karena memakai margin trading. Kita bisa berargumen kalau kerugian merupakan resiko dalam trading tetapi menurut saya pribadi secara tidak langsung maupun tidak kita juga ikut menyebabkan mereka menderita. so that's why i quit.. munafik? up to U.. :)

6 comments:

Anonymous said...


halo dear...
mengenai post kamu itu ada benernya tp tdk 100% correct,coz org yg membeli saham yg dianggapnya ud hrg rendah.yg artinya ada yg jual saham itu dimana org tsb ada 2 possibility yaitu:
1.bs jd dia jual dibwh hrg dibeli
2.bs jd dia jual diatas hrg dibeli

utk kasus 1 uda pasti rugi
tp utk kasus 2 org tsb untung

krn harga rendah tinggi itu relatif to whom?
rugi untung relatif to whom jg kan?

its my opinion

thanks bro

m :)

tiawan said...


Dear M, thengkiu so much for the opinion.
Yes sure.. saya agree orang jual di harga rendah belum tentu dia rugi,bisa jadi dia beli di harga yang lebih rendah lagi(in this case we shall rejoice). My point is kalau kita untung (terutama pada saat bearish) maka kemungkinan besar kita untung di atas kerugian orang lain, so kalau kalau orang yang menderita karena dia rugi dalam trading secara langsung maupun tidak kita ikut bertanggung jawab.
Harga tinggi kalau menurut kita harga saham itu tinggi. Rugi dan untung juga hanya menurut kita,sure, poinnya juga sebenarnya bukan pada rugi-nya tapi perasaan menderita karena rugi, karena sebenarnya untung juga bisa menderita,misalnya karena kita merasa kecepatan jualnya sedangkan harga masi terus naik atau kita merasa saham yang kita beli kurang banyak hehe..

Anonymous said...


dear..

bisa dibilang trading itu kurang lbh hampir sama dng pedagang di pasar yg berjualan sayuran.di pagi hari dia akan menjual tinggi harga sayurnya krn dirasanya masi fresh.semakin siang otomatis bila sayurnya blm terjual dan sudah terlihat layu,dia akan menjualnya dgn hrg rendah.so drpd bsknya tdk bs dijual lg.mending dia jual dihrg rendah (dibwh modal).drpd tdk bs dijual sama sekali besoknya?apakah dia rugi?klo itung2an dgn angka dan duit so pasti rugi.dan pembeli yg membeli di hrg rendah otomatis dia happy.i think both are happy.diliat dr sisi mana kita mlihat dng positive way.
mengenai bnyk yg depresi dan suicide disaat kalah/rugi,can't we control of it???

tiawan said...


Dear,
saya sih belum pernah dengar ada pedagang sayur yang bunuh diri karena rugi berdagang ;p
Awalnya saya trading saya juga berpikiran demikian apa bedanya berdagang (buka toko misalnya) dengan trading saham?kan sama-sama trading? Dasarnya sebenarnya juga sama dimana harga ditentukan oleh Supply dan Demand.
Ada perbedaan dimana berdagang (buka toko,jualan sayur) adalah pasar barang sedangkan trading saham adalah pasar uang. Tetapi perbedaan utamanya adalah pada besarnya Fear and Greed yang sebenarnya menggerakkan harga di pasar saham, tentunya berjualan sayur juga ada fear and greed tapi saya rasa tidak sebesar di pasar saham. Kita bisa lihat sendiri pergerakan suatu saham bisa so unrealistic bahkan hanya dalam 1 hari (intraday),dan itu digerakkan fear n greed, Hal ini yang digunakan sebagai senjata bagi bandar untuk mendapatkan keuntungan. Bila kita benar-benar bisa membaca gerakan bandar kita bisa melihat bagaimana cara dia/mereka menjebak retailer dan caranya menurut saya not nice one.

Sure we can't control orang yang depresi dan suicice. Kita trading atau tidak tetap akan selalu ada kejadian seperti itu. Tapi bila kita trading berarti we are in the same boat dengan mereka jadi bagi saya pribadi ada semacam perasaan tidak enak terutama saat saya dapat keuntungan dari trading saat bearish, kenapa? karena saya merasa saya mengambil keuntungan dari mereka yang rugi dan merasa bertanggung jawab atas penderitaan mereka yang loss. Walaupun kadang2 loss tidak berarti menderita kan? ;p

Anonymous said...


jangan ikuti arus bos

tiawan said...


what is that supposed to mean?